Jenis
– Jenis Isolasi Cair
Isolasi cair sering
disebut juga minyak isolasi. Minyak isolasi biasanya terdiri dari beberapa
jenis, berdasarkan bahan pembuatnya, minyak isolasi terdiri dari, minyak
isolasi yang berasal dari olahan minyak bumi, yang saat ini banyak digunakan
dan yang saat ini banyak diteliti adalah minyak isolasi berasal dari
tumbuh-tumbuhan atau disebut minyak nabati ( minyak organik).
1. Minyak Isolasi Yang Berasal Dari Olahan Minyak Bumi
a.
Minyak Isolasi
Mineral
Minyak isolasi mineral adalah minyak yang berasal
dari minyak bumi yang diproses secara destilasi. Minyak bumi yang telah
didestilasi ini, harus mengalami beberapa proses lagi untuk mendapatkan tahanan
isolasi yang tinggi, stabilitas panas yang baik, serta memenuhi syarat-syarat
teknis yang lain.
Minyak isolasi
mineral umumnya banyak digunakan pada peralatan tegangan tinggi seperti :
- Transformator daya
- Kapasitor daya
- Kabel daya
- Circuit breaker (pemutus daya)
Dalam hal ini minyak isolasi berfungsi sebagai bahan
dielektrik, bahan pendingin dan pemadam busur api.
b.
Minyak Iisolasi
Sintesis
Minyak
isolasi sintesis adalah minyak isolasi yang diproses secara kimia untuk
mendapatkan karakteristik yang lebih baik dari minyak isolasi mineral.
Namun
minyak isolasi sintesis memilki beberapa kelemahan, yaitu sifatnya mudah
beroksidasi dengan udara, mengalami pemburukan yang cepat dan sifat kimianya
bisa berubah akibat kenaikan temperatur, serta tidak dapat terurai sempurna,
sehingga apabila mengalami kebocoran bisa menimbulkan pencemaran lingkungan.
Berikut
ini beberapa contoh dari minyak isolasi sintesis :
Ø Askarel
Askarel
adalah minyak isolasi sintesis yang tidak mudah terbakar apabila terjadi
percikan api dan tidak menghasilkan gas yang mudah terbakar. Salah satu jenis
dari asrekal yang sering digunakan adalah jenis clorinated hydrokarbon.
Kelebihan
yang dimiliki dari minyak jenis ini adalah :
-
Kekuatan dielektriknya tinggi
-
Sifat thermal, sifat kimia, dan sifat listriknya relatif stabil
Namun
kekurangan dari minyak ini adalah, apabila terjadi percikan api dapat
mengahasilkan asam klorida (HCL) yang bersifat korosif pada logam.
Ø Silikon
Cair (silicon liquids)
Silikon
cair adalah minyak yang berasal dari campuran atom silikon (si) dan oksigen (02)
dengan bahan organik seperti methyl dan phenyl.
Minyak
ini memiliki beberapa kelebihan, yaitu :
-
Mempunyai ketahanan yang baik pada temperatur tinggi, yaitu berkisar 200oC.
-
Permitivitasnya rendah ( 2,20 – 2,27)
-
Tahan terhadap tegangan dengan frekuensi tinggi, hingga 1 Mhz
Kekurangan
dari minyak ini adalah :
-
Dapat menghasilkan gas yang banyak apabila terjadi percikan api, sehingga
menurunkan kekuatan dielektriknya
-
Harganya relatif mahal, sehingga jarang digunakan untuk transformator berdaya
besar
Ø Flourinasi cair (Flourinated Liquids)
Minyak ini berbahan dasar senyawa organik yang sebagian atom
karbonnya telah digantikan oleh flour organik. Minyak ini memiliki kelebihan :
-
Sifat kimianya yang sangat stabil dan dapat digunakan secara kontinuitas pada
suhu 200oC dan bahkan lebih
- Mempunyai transfer panas yang baik daripada minyak
isolasi mineral dan minyak isolasi silikon
Adapun kekurangan dari minyak ini adalah :
- Penurunan sifat-sifat
dielektrik yang disebabkan oleh kandungan air
-
Mempunyai sifat mudah menguap
·
Ester Sintesis
Minyak in adalah minyak yang diolah sedemikian rupa dari
minyak parafin untuk memperoleh karakteristik yang lebih baik, sehingga
mempunyai sifat-sifat seperti berikut :
- Mempunyai sifat
thermal yang baik
- Tidak mudah terbakar
-
Dapat digunaka pada suhub 3000C
2.
Minyak Organik (Minyak Nabati)
a. Minyak
Jarak
Minyak
jarak adalah minyak yang diperoleh dari ekstraksi biji tanaman jarak (Jatropha
curcas). Minyak ini tergolong kedalam minyak nabati. Minyak jarak memiliki
warna kuning pucat dan bau yang cukup menyengat. Agar bau tersebut dapat
direduksi, minyak tidak boleh dibiarkan terbuka dalam waktu yang lama pada suhu
diatas 400C.
| a |
| b |
Gambar 4.1. (a) Tumbuhan Jarak
(b) Minyak Jarak
Pembuatan
minyak jarak yang digunakan saat ini adalah dengan metode pengepresan. Pertama
biji jarak yang sudah tua, di jemur selama 3 hari hingga kulitnya akan pecah
dengan sendirinya. Untuk memisahkan bagian biji dengan kulinya digunakan alat
pemisah biji, hal ini dilakukan untuk mendapatkan biji utuh yang lebih banyak.
Biji yang sudah dipisahkan dari cangkangnya kemudian diberi pemanasan
pendahuluan, yaitu berupa pemanasan dengan uap pada suhu 170oC
selama 30 menit, pemanasan dengan oven pada suhu 1050C selama 30
menit serta pemanasan dengan penggongsengan biji sehingga biji cukup panas
untuk dilakukan pengepresan. Pengepresan dilakukan dengan alat pengepres
hidraulik. Daging biji yang telah dipanaskan, dimasukkan ke dalam kain saring,
untuk selanjutkan dipress dalam alat pengepres hidraulik, untuk menghasilkan
minyak jarak.
b. Minyak
Kelapa Murni
Minyak
kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) adalah minyak yang terbuat dari
daging kelapa segar. VCO berbeda dengan minyak goreng biasa, karena VCO
dihasilkan dengan tidak menambahkan bahan kimia dalam pembuatannya. VCO memiliki
warna yang bening dan bau yang tidak menyengat.
Proses
pembuatan VCO, dimulai dari pemarutan kelapa yang kemudian diberi air lalu
diperas,sehingga menghasilkan santan. Santan tersebut kemudian disaring. Untuk
kemudian diproses dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan metode
sentifugasi. Santan yang telah disaring tadi lalu dimasukkan ke dalam alat
sentrifugasi, sehingga menghasilkan tiga lapisan, yaitu lapisan protein, air
dan minyak. Terbentuknya tiga lapisan ini karena perbedaan berat jenis dari
masing-masing komponen santan. Lapisan paling atas adalah lapisan minyak yang
diinginkan atau VCO.
c. Minyak
Kelapa Sawit
Minyak
kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) merupakan hasil olahan dari daging buah
kelapa sawit melalui proses perebusan Tandan Buah Segar (TBS), perontokan, dan
pengepresan. CPO ini diperoleh dari bagian mesokarp buah kelapa sawit yang
telah mengalami beberapa proses, yaitu sterilisasi, pengepresan, dan
klarifikasi.
proses
pembuatan CPO, dimulai dengan mensterilkan tandan dengan memberikan steam/uap
air ke dalam mesin sterlizier, setelah itu buah dipisahkan dari tandan dengan
menggunakan alat pemipil (striper), buah yang telah dipisahkan dari tandan ini,
kemudian dihancurkan, untuk selanjutnya diekstraksi dengan menggunakan alat
pengempa, sehingga dihasilkanlah minyak kelapa sawit. Namun minyak ini masih
banyak pengotornya, oleh sebab itu minyak tersebut harus dilakukan penjernihan
dengan cara disaring getar, untuk menghilangkan serabut, selanjutnya dipanaskan
hingga suhu 90 – 100 0C, setelah itu baru diendapkan, sehingga
dihasilkanlah minyak CPO yang baik.
d. Minyak
Kedelai
Minyak
kedelai adalah minyak yang diperoleh dari ekstraksi biji kedelai. Minyak ini
memilki warna kuning cerah serta bau yang tidak begitu menyengat, bila diproses
dengan baik.
Proses
pembuatan minyak kedelai dimulai dari menguliti biji kedelai, setelah itu biji
dihancurkan dengan melakukan pemanasan pada suhu 74 – 790C selama 30
– 60 menit, agar kulit kedelai dapat mengelupas dan butir-butir minyak dapat
berkumpul, sehingga memudahkan dalam proses ekstraksi. Proses ekstraksi
dilakukan dengan cara dipress menggunakan pengepress hidraulic. Minyak yang
dihasilkan ini , harus dilakukan pemurnian lagi, untuk mendapatkan minyak
kedelai yang baik. Pemurnian dilakukan dengan cara filtrasi untuk menghilangkan
kotoran yng tidak terlarut.